FanFiction Yunjae / yaoi / boy x boy

images (1)

Jumon Ver C./ 1 / YunJae / repost
Oleh Ren Tsubasa Yuuki di FF YunJae / Ren / PG-NC (Berkas) · Sunting Dokumen
Jumon Ver. C
Author ::: Ren imnida
Genre ::: Um… Anything… Up to you..
Rate ::: NC 21/ YAOI
Cast ::: Dong Bang Shin Ki feat Ren…
Chapter ::: Jumon 1

JJ POV.
Apakah aku sanggup menjalani kehidupan yang seperti ini? Aku sudah sangat letih sekali. Aku takut kami berdua sama-sama tidak bisa bertahan dari kehidupan yang sangat mengenaskan. Omma… Appa… Kenapa kalian tinggalkan kami berdua di sini? Kenapa? Kecelakaan saat pulang dari Chung Nam… Kami juga tidak bisa kembali ke sana. Ren sering sakit. Dia tidak bisa aku tinggal jauh-jauh dan lama-lama. Tidak ada yang menjaganya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
YH POV.
Aku tidak mau seperti ini. Monoton sekali hidupku. Membosankan. Hidup sebagai seorang pengusaha yang digilai banyak orang. Banyak yang menjilat padaku. Dan aku membenci hal itu. Aku butuh seseorang. Tapi… Apakah ada orang yang mampu mengatasi rasa bosanku? Aku mau kalau ada. Akan aku lakukan apa saja, asal aku tidak bosan…

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

R POV.
AKu benci diriku yang tidak berguna sama sekali untuk Oppaku, Jae Joong. Aku benci… Padahal seharusnya aku bisa bekerja untuk membantu Joongie Oppa. Mian ne~ Oppa… AKu tidak bisa membantumu untuk menghidupi kita berdua. Aku malah merepotkanmu… Lebih baik aku mati saja. Aku tidak mau membebanimu, Oppa…

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
CM POV.
Aku terus mencari dirinya. Aku masih ingat wajahnya. Suaranya. Matanya. Kejadian itu membuatku tidak mampu berhenti untuk melupakannya. Sekarang dimana dirinya? Apakah aku akan menemukannya? R… Hanya itu saja yang tercantum di sapu tangannya yang Ia berikan padaku saat dia menabrakku. Sampai saat ini aku terus menyimpannya. Aku tak mampu melupakannya… semoga kami berjodoh. Aku ingin bertemu lagi dengannya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
JS POV.
Aku tahu ini salah… Tapi, aku menyukainya. Tidak bolehkah kalau aku menyukainya? Kumohon… Hanya dia seorang yang terpaut di hatiku. Semoga dia sedang tidak menyukai seseorang.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
YC POV.
Hah~ Dari sekian banyak wanita yang pernah hinggap di hari-hariku, kenapa semuanya terasa hambar? Apa aku sudah bosan menjalin hubungan yang tidak pasti ini? Argh~~

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
A POV.
Di sebuah rumah kecil terdengar suara yang agak gaduh untuk ukuran pukul 7 am.

“Oppa~ Kechima~~ Ini sarapanmu…”

“Sangkyu~~ Kamu makan juga ayo…”

“Ne~ Oppa~… Apa tidak berat?”

“Apanya?”

“Kerja Oppa… Pagi sampai sore Oppa bekerja…”

“Ini untuk kita berdua… Guenchana~”

“Aku kerja juga yah? Aku kan sudah lulus…”

“Tapi, kamu mau kerja apa? Lebih baik kamu jaga kesehatan saja.”

“Tuh kan.. Pake alasan aku sakit lagi… Oppa~ Biarkan aku bekerja, yah?”

“ANDWEA!!! Oppa gapapa kalau bekerja, Ren ah~ Oppa menyayangimu.. Makanya Oppa mau menanggungmu…”

“Dengan keadaanku yang seperti ini?”

“Ne~ Jaga kesehatanmu selama Oppa pergi. Jangan pergi kemana-mana dulu… Cuaca sedang dingin.. Araso?”

”Ara~”

“Itu baru adik Oppa yang manis… Oppa pergi dulu yah?”

“Ne~ Ati-ati yah, Oppa?”

“Ne~”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
A POV.
Di lain tempat yang sangat berbeda dengan rumah Jae Joong dan Ren yang sangat kecil, tempat ini sungguh sangat mewah. Barang-barang mahal dan ternama ada di tempat ini, atau mungkin bisa dibilang istana.

“Hyong~”

“Chang Minnie~ Ayo makan dulu…”

“Aku sedang tidak nafsu, Hyong~”

“Ada apa denganmu? Tumben sekali menolak makanan.”

“Mola yo~ Aku merasa letih akhir-akhir ini… Yun Ho Hyong sendiri, otoke?”

“Nado~ Bosan juga yah?”

“Ne~”

TOK…TOK..TOK…

“Masuk~”

Lalu masuklah seorang wanita dengan setelan baju kerjanya yang sangat rapi.

“Pagi, nona Hee Rin… Sarapan?”

“Gamsa Hamnida, Tuan Yun Ho..”

“Jadwal aku hari ini apa?”

“Hari ini, Tuan akan ada rapat dengan pimpinan dari grup S pukul 10am, jamuan makan siang di restoran C. Berikutnya ada meeting lagi sampai pukul 5. Kemudian, mengecek data-data yang sudah ada di meja kerja Tuan. Malamnya, Tuan akan menghadiri acara pelelangan di gedung M.”

“Hyong~ Padat sekali… Kerjaanku saja tidak sepadat itu.”

“Walaupun kita hanya sepupu, Tapi, kamu harus belajar juga… Suatu saat nanti kamu akan menjadi seperti aku.”

“Um.. Bebanmu berat yah, Hyong~ Sejak Ajumma…Ajjushi meninggal.. Hyong yang bekerja… Anak tunggal pulak..”

“Hum… Guenchana~”

“Umur Hyong sudah matang lho… Carilah pendamping…”

“Itu nanti saja…”

TOK…TOK…TOK…

“Masuk~”

Masuklah seorang laki-laki yang mempunyai perawakan lumayan. Memakai setelah kantoran yang sangat rapi. Tampaknya dirinya sama seperti Hee Rin.

“Ah~ Yoo Chun Hyong~… Bagaimana kabarmu?” Tanya Chang Min

“Baik-baik saja, Tuan~”

“Bagaimana dengan kerjaan Chang Min? Apakah bagus?”

“Tuan Chang Min masih harus berusaha lagi. Tapi, kemarin sudah bagus.”

“OK..OK… Yoo Chun hyong… Hari ini kita mau ngapain?”

“Jadwal, Tuan Chang Min.. Menemani Tuan Yun Ho meeting pukul 10 am. Kemudian, Tuan akan survey ke daerah tempat cabang perusahaan yang akan segera di bangun. Sorenya Tuan Chang Min kosong. Malamnya, Tuan akan kembali menemani Tuan Yun Ho ke dalam acara pelelangan.”

“Ya ampyun,,, Hyong~~ Walaupun Cuma 2 kegiatan, tampaknya akan sangat sulit sekali…”

“Kamu pasti bisa…”

“Um…”

“Ya sudah.. AKu berangkat dulu…”

“Sampai nanti lagi di meeting…”

Yun Ho tersenyum lalu pergi. Di belakangnya, Hee Rin mengikutinya dengan setia. Sedangkan Chang Min melanjutkan makan paginya.

“Yoo Chun Hyong~ Jangan hanya berdiri saja.. Sini duduk… Kalian tolong bawakan makanan juga untuk sekretarisku…”

“Tidak perlu, Tuan~”

“Hyong~ Duduk dan makan… Araso?”

“Ne~”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

JJ POV.
Aku bekerja di bangunan konstruksi. Menjadi kuli memang tidak mudah. Cape sekali. Untungnya aku memakai pakaian yang berlengan panjang dan memakai topi. Aku tidak mau hitam. Hah…

“Cape? Ini minum dulu…”

“Jun Su~ Gomawo~”

AKu teguk minumannya. Leganya… Hari ini agak mendung..

“Mau hujan yah?”

“Mola~”

“Ah~~ Capenya…. Badanku saja sampai pegal-pegal…”

“Hem~ Mau aku pijetin?”

“Ga perlu… Ah~ Aku sedang mencari pekerjaan lain nieh…”

“Untuk apa? Apa kamu tidak kelelahan?”

“Anio~ AKu malah senang..”

“Aku tidak tahu… Mian ne~ Aku tidak banyak membantu Joongie ah~”

“Guenchana~”

“Yaa~~ Jae Joong yah~”

Aku dan Jun Su menoleh. Salah satu rekan kami, Tuan Han memanggilku.

“Ada apa, Ajushi?”

“Kudengar malam ini di gedung M akan ada acara pelelangan. Kamu kerja saja di sana. Mereka masih mencari pekerja.”

“Jongmal? Kerjanya apa, Ajushi?”

“Bawa barang ke meja pelelangan. Itu saja.”

“Mudahnya. Masa ga ada yang mau? Berapa bayarannya?”

“Um… Kamu datang ajah. Nego dulu… Sebaiknya cepat… Nanti keburu orang lain.”

“Lalu… Pekerjaanku di sini…”

“Biar aku dan ajushi yang urus..” ujar Jun Su sambil menepuk pundakku.

“Jjinja? Guenchanyo?”

“Guenchana~”

“Gomawo Jun Su.. Gomawo Ajushi…”

“Chonmaneyo~”

A POV.
Pada saat Jae Joong melintas, Ia tidak melihat dengan hati-hati. Sehingga, Ia menabrak seseorang.

“ADUH!!!!”

“Yaaa!!! Kalau jalan hati-hati.. Tuan Yun Ho.. Anda tidak apa-apa?”

“Saya tidak apa-apa…”

“Joiseyo~ Joiseyo~”

“Kamu ga papa?”

“Saya baik-baik saja…”

Yun Ho sedikit melihat Jae Joong. Dan langsung mengingat wajahnya. Terpaku. Jae Joong langsung pergi tanpa melihat orang yang ada di depannya. Sedangkan Yun Ho melihat Jae Joong sampai tubuh dan bayangannya tidak terlihat lagi.

“Aku.. Tertarik padanya?! Wajahnya sangat cantik.. Dia.. Bekerja di sini? Laki-laki kan?”

“Memangnya, kalian mempekerjakan seorang wnaita juga?”

“Hah? Wanita?”

“Yang barusan menabrak saya..”

“Anio~ Tuan… Dia laki-laki.. Memang saja wajahnya yang cantik. Tapi, dia laki-laki..”

“Kamu tahu namanya?”

“Jae Joong. Kim Jae Joong.. Kalau ga salah..”

“Kim Jae Joong… Hum.. Nama yang bagus.. Cantik..”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
JJ POV.
Akhirnya.. Untuk sementara waktu.. Untuk malam ini. AKu punya pekerjaan tambahan. Nanti malam akan ada pelelangan. Aku akan kerja dengan baik. Gara-gara wajahku mereka mau mempekerjaku… Untung mereka kaya. Jadinya aku dibayar 200.000 won… Jae Joong… Fighting…

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
CM POV
Aduh…. Malas banget yah? Huff… Ah~ Aku jalan-jalan saja dah.. Meeting tadi dan ngecek bangunan yang belum jadi sangat melelahkan. Izin sebentar dah. Waktu kosongku kan?

“Yoo Chun hyong~.. Aku pergi sebentar, yah?”

“Tuan mau kemana?”

“Jalan-jalan..”

“Mau saya temani?”

“Tidak perlu…”

Aku keluar dari mobilku. Aku berjalan sambil membuka jas kerjaku. Ah~ Enaknya… Badanku pegal-pegal… Ah~ Ada es krim… Beli ah..

“Aku beli donk… Yang capuchino..”

“Ajuma~ Aku mau yang coklat…”

Aku melihat ke sisiku. Seorang perempuan. Agak kecil. Saat aku mau membayarnya.

“Tuan~ Apakah tidak mempunyai uang kecil? Uang Anda terlalu besar..”

“Memangnya berapa Ajuma?”

“Hanya 5 won saja.”

“Aku tidak punya uang sekecil itu. Yang kupunya hanya uang sebesar 10.000 won. Yang lainnya… di dalam kartu debet.. Ajuma tidak menerima kartu debet yah?”

“Huff….”

Gadis yang berada di sisiku terkikik pelan. Sungguh memalukan.

“Tentu saja tidak. Kamu ini terlalu kaya… Saya tidak punya kembaliannya..”

“Biar aku saja yang membayarnya…”

“Eh?”

“Makasih, Ajuma… Es Krim Ajuma enak banget…”

Pergilah perempuan itu. Ajuma itu malah mengomeliku.

“Kamu ini bukannya menghampirinya dan mengucapkan terima kasih. Malah diam di sini..”

“Ne~”

AKu pun mengejar perempuan tadi. Aku menggapai lengannya. Dia menoleh. AKu terkejut.

“Ada apa?” tanyannya

“A…Itu… Um…”

“Ne?”

“Oh ya… Gamsa Hamnida…. Sudah mentaktirku…”

“Ga masalah…”

“Um… Kamu lupa padaku?”

“Ne?”

“Kamu tidak ingat padaku? Aku… Nega… Yang waktu itu pernah bertemu denganmu..”

“Ne? Aku tidak mengerti..”

“Um… Dulu kita pernah bertemu.. Kamu menabrakku…”

“Um…. AH!!!! KAMU YANG WAKTU ITU YAH?!”

“Kamu ingat?”

“Ne~”

“Aku Chang Min.. Waktu itu aku lupa memperkenalkan diriku..”

“Aku Ren… Kim Ren Inna imnida..”

Dia tersenyum. Manisnya. Aku menemukannya. Aku senang sekali. Kami berjalan-jalan bersama. Kami bertukar cerita. Kami tertawa bersama. Sungguh menyenangkan…

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

A POV.
Acara pelelangan pun dimulai. Barang-barang satu per satu dikeluarkan. Yun Ho tampak tidak menikmati. Berbeda halnya dengan Chang Min. Dia semangat sekali.

“Hyong~ Bolehkan aku membeli salah satu barang yang dilelang?”

“Untuk apa?”

“Aku…”

“Kamu keliatan senang…”

“Aku menemukannya.. Sudah sekian lama… Tadi aku bertemu dengannya.. Aku mau menghadiahi dia..”

“Pilih saja…”

“Gomawo~”

Chang Min pun menang dalam memperebutkan sebuah kalung yang dilelang. Chang Min menawarnya hingga harga 9 juta won. Ketika barang berikutnya di keluarkan, Yun Ho terperajat melihat siapa yang membawa barangnya.

“Kim Jae Joong~”

“Ne?”

“Anio~”

“YAK!!! Ini adalah sebuah cincin yang pernah di pakai oleh Yoon Hye Sung… Harga pertama di buka dari 500.000 won.”

“Saya 900.000 won.”

“Saya 1 juta won..”

“Apakah terjual 1 juta won?”

Yun Ho mengangkat tangannya.

“Yah, Tuan Jung…”

“Saya tawar 8 juta won plus 10 juta won untuk orang yang membawa cincin itu.”

Semua yang hadir di sana menoleh ke arahnya. Jae Joong pun ikut menoleh polos.

“Um… Tuan Jung… Orang yang membawanya tidak…”

“Saya naikkan.. 8,5 juta won untuk cincinnya dan 11 juta won untuk orang yang membawa cincinnya.”

“Hyong~ Apa yang kau katakan?”

“Diamlah, Chang Min~”

“Eh… Tuan~”

“Cepat tutup harganya.”

Jae Joong melihat kearahnya. Lalu kearah orang yang menjadi pemimpin pelelangan. Jae Joong terlihat menggelengkan kepalanya pelan.

“Cincin terjual!!”

Yun Ho menatap tajam orang itu. Orang itu terlihat gugup.

“Dan… orang yang membawa cincin tersebut!!”

Jantung Jae Joong seakan tidak terasa. Dia diam terpaku. Apa maksudnya? Dia terbeli? Jae Joong langsung pergi dari tempat itu. Kemudian, di susul Yun Ho dari bangku tamu.

JJ POV.
Aku segera melangkahkan kaki kearah orang yang menangani acara ini.

“Ajushi~ Aku mau bayaranku sekarang..”

“Tapi, kamu kan yang tadi di..”

“Aku tidak mau… AKu bukan barang yang dilelang…”

“Tapi, kamu.. sudah terjual…”

“Silhoyo~”

“Selamat malam…”

“Tuan Jung~”

Aku mendengar nama Jung… Dia yang tadi ‘membeliku’. Aku menoleh. Dia terlihat sempurna dari ujung rambut hingga kaki.

“Perkenalkan.. Aku Jung Yun Ho~”

“Apa maksud Anda tadi? Aku dihargai 11 juta won? Aku bukan barang yang dilelang? Anda sudah gila?”

“Tidak.. Saya tidak gila… Saya memang mau membelimu…”

“Tapi, saya bukan barang yang dilelang… Saya manusia..”

“Kim Jae Joong~”

“Otoke… Namaku? Aku tidak pernah memberitahumu namaku.”

“Kamu tidak perlu tahu… Bisa ikut saya pulang?”

“Ga perlu.. Saya akan pulang ke rumah saya sendiri. Adik saya menunggu saya.”

“Tapi, Anda sudah saya beli…”

“Tsk~ Dengar yah, Jung Yun Ho.. Saya manusia.. Dan saya tidak bisa dibeli. Araso?”

Aku berjalan melewatinya dan menjauhi dia. Gila. Apa-apaan ini? Apa karena dia orang kaya. Terus bisa seenaknya dengan orang miskin sepertiku?

A POV.

“Chang Min~ Aku akan pergi.. Jangan tunggu aku pulang..”

“Ne…”

Pergilah Yun Ho mengikuti Jae Joong di belakangnya. Dia menelepon pengawalnya. Ketika sudah sampai di dekat halte bis, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan Jae Joong. Pintu dibukakan oleh seorang pria.

“ Silakan masuk~”

“Eh? Kamu salah orang… Joiseyo~”

Ketika hendak pergi, Pundak Jae Joong ditahan seseorang.

“Dia tidak salah orang kok. Masuklah~”

Yun Ho sedikit mendorong Jae Joong dan Jae Joong sedikit terlempar ke dalam mobil. Segera saja Yun Ho masuk.

“Yaaaa!!! APA-APAAN INI!!! LEPASKAN AKU!!! INI PENCULIKAN!!!”

“Tidak. Bukan penculikan. Ingat.. Kamu sudah saya beli… Jadi, mulai saat ini kamu milik saya…”

Jae Joong menggedor-gedor pintu di sampingnya. Tidak terbuka. Ia mencoba berteriak. Tapi, tidak terdengar.

“Percuma kamu melakukan hal itu.. Kedap suara…”

“Apa maumu, HAH?!” katanya sambil tetap berusaha membuka pintu mobil.

Yun Ho memukul tengkuk Jae Joong dan membuat Jae Joong pingsan.

TBC…

Iklan